HOMESCHOOLING

Usia Remaja

Bagaimana cara memulai homeschoolingu untuk anak usia remaja (SMP/SMA)?

Jika Anda baru mau mulai homeschooling untuk anak SMP/SMA, kelas ini cocok untuk Anda.

6

Hal yang didapat dalam webinar

Homeschooling
Usia Remaja

BASIC HOMESCHOOLING

Memahami konsep dasar dan mindset menjalani HS Usia Remaja.

MEMULAI HOMESCHOOLING

Memahami langkah-langkah yang diperlukan untuk melakukan perpindahan dari sekolah ke homeschooling.

PELUANG DAN TANTANGAN

Peluang dan tantangan menjalani homeschooling anak usia remaja.

MODEL DAN STRATEGI

Model pengembangan homeschooling usia remaja, di luar model sekolah.

MEMBANGUN PORTOFOLIO

Cara membangun portofolio karya untuk remaja.

Pengembangan

Pengembangan kapasitas remaja melalui kegiatan di dunia nyata, baik melalui kerelawanan maupun melalui kegiatan magang.

Webinar vs Kelas Online

Webinar

Sabtu, 10 April 2021
Rp 75
000
  • Live Webinar
  • eBook Memulai HS Remaja
  • Rekaman Webinar

Kelas Online

Akses 1 tahun
Rp 250
000
  • Live Webinar
  • eBook HS Remaja
  • Podcast HS Remaja
  • Video HS Remaja
  • Support Group
PILIHAN

Kelas ini cocok untuk

Orangtua

Orangtua yang ingin atau sedang menjalani homeschooling usia SD, SMP & SMA dengan penekanan khusus untuk remaja

Orangtua

Orangtua yang ingin meningkatkan kapasitas parenting & pendampingan anak

Orangtua

Orangtua yang ingin menghantarkan anaknya masuk ke dunia profesional

Salah satu peluang dalam proses homeschooling remaja (SMP & SMA) adalah mengintegrasikan homeschooling dengan pendidikan yang selaras dengan abad 21, yang menjadi dunia tempat hidup mereka.

Yang didapat peserta

eBook

Prinsip HS Usia Remaja
Pondasi dan Arah HS Remaja
Mengelola Keseharian HS Remaja
Pengembangan HS Usia Remaja

Video

Prinsip Dasar HS Usia Remaja
Pondasi dan Arah HS Remaja
Mengelola Keseharian HS Remaja
Pengembangan HS Usia Remaja

Podcast

Tantangan Memulai HS Usia Remaja
Transisi Legal dan Transisi Operasional Homeschooling
Mengelola Dinamika Keseharian Anak Remaja.
Pola Kegiatan HS Usia Remaja
Alternatif model HS Usia Remaja
Menuju Pola Ideal HS Usia Remaja.

Forum

Forum tanya jawab khusus peserta kelas online. Grup bisa digunakan untuk tanya-jawab, sharing dan diskusi. Semua pertanyaan pasti dijawab dalam forum.

Kupon

Kupon diskon untuk mendaftar kelas lain dan potensi mendapatkan penghasilan melalui afiliasi. 

Pemateri

Aar & Lala Sumardiono

Kelas online dipersembahkan oleh Aar (Sumardiono) & Lala (Mira Julia), praktisi homeschooling, founder Rumah Inspirasi.

Aar & Lala adalah praktisi homeschooling tiga anak: Yudhistira (2001), Tata (2004), dan Duta (2008). Ketiganya tidak pernah bersekolah sejak kecil. Yudhis saat ini kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Tata sedang mengembangkan bisnis Kreasita (kelas belajar gambar online). Duta sedang menekuni dunia catur.

Rumah Inspirasi adalah simpul pendidikan dan resource untuk belajar homeschooling, parenting, dan manajemen keluarga. Berdiri sejak 2007, secara periodik Rumah Inspirasi menyelenggarakan webinar tentang homeschooling & parenting bagi keluarga Indonesia.

Cara Belajar

Proses belajar praktis. Bisa diakses dari mana saja dan kapan saja.

DAFTAR MATERI

BERIKUT INI DAFTAR MATERI YANG DIDAPATKAN DI DALAM KELAS ONLINE HOMESCHOOLING USIA REMAJA

Prinsip Homeschooling Usia Remaja

Memulai homeschooling untuk anak remaja (SMP & SMA) adalah hal yang menantang karena 2 faktor:

  1. Homeschooling adalah gagasan baru yang berbeda cara beroperasinya dibanding sekolah. Orangtua dan anak perlu dapat mindset yang tepat jika mau homeschooling.
  2. Masa remaja adalah masa transisi dunia anak menuju dunia dewasa yang menantang. Banyak turbulensi di masa ini yang juga perlu ditangani pada saat bersamaan.

Video ini memberikan pengantar tentang kondisi tersebut dan bagaimana cara penyikapan yang tepat.

Jangan membayangkan homeschooling sebagai proses memindahkan sekolah ke rumah; anak belajar seluruh materi pelajaran seperti sekolah atau Anda menyuruh anak-anak untuk mengikuti jadwal belajar seperti sekolah.

Itu akan membuat Anda dan anak-anak stress dan frustasi.

Ebook ini memberikan pengantar untuk memahami homeschooling sekaligus memberikan pondasi langkah-langkah yang perlu dilakukan orangtua dan anak saat mengawali homeschooling.

Karena banyak pemahaman tentang homeschooling di masyarakat, kami ingin memulai materi belajar ini dengan menyamakan persepsi tentang homeschooling.

Kesamaan persepsi ini penting karena pembahasan-pembahasan selanjutnya akan mengacu pada pengertian homeschooling sebagaimana yang dibahas dalam podcast ini.

Saat memulai homeschooling, ada 2 proses transisi yang perlu dilakukan orangtua dan anak.

Yang pertama adalah transisi legal, perpindahan dari sekolah ke homeschooling. 

Transisi kedua adalah perubahan budaya dan manajemen keseharian anak. Ini perlu mendapat perhatian secara khusus karena sering diabaikan.

Saat memulai homeschooling, setiap keluarga memiliki kondisi yang berbeda-beda.

Ada yang memulai homeschooling karena keinginan orangtua.

Ada yang homeschooling karena anak yang mau.

Ada juga yang menjalani homeschooling karena kondisi keterpaksaan, orangtua dan anak sebenarnya sama-sama tidak siap.

Peran orangtua dalam homeschooling anak remaja sangat unik.

Pada satu sisi, orangtua perlu bersikap aktif menjadi pemimpin proses awal homeschooling. Peran orangtua sangat berbeda dibandingkan saat anak bersekolah di mana proses-proses utama dalam pendidikan anak dijalani oleh anak bersama guru/sekolah.

Pada sisi lain, anak sedang mengalami masa remaja yang membuat proses komunikasi dan interaksi orangtua-anak biasanya sering bermasalah. Anak susah mendengarkan orangtua dan ingin mengelola dirinya sendiri, yang oleh orangtua sering dipandang sebagai pemberontakan dan pembangkangan.

Deschooling adalah istilah untuk periode transisi saat anak melakukan perpindahan dari sekolah ke rumah.

Proses ini membutuhkan kesadaran dan upaya khusus karena kondisi rumah dan homeschooling sangat berbeda dengan proses belajar di sekolah.

Tujuan deschooling adalah mencari pola-pola kegiatan dan belajar baru yang alamiah dan paling sesuai dengan anak dan keluarga.

Untuk bisa menjalani homeschooling remaja dengan baik, ada beberapa infrastruktur penting yang perlu disiapkan oleh orangtua dan keluarga.

Pondasi & Arah Homeschooling Remaja

Agar bisa memulai proses homeschooling usia remaja (SMP & SMA) dengan baik, Anda jangan hanya sibuk dan mengkhawatirkan tentang ijazah dan teknis-teknis berkaitan dengan cara belajar mata pelajaran seperti di sekolah.

Jangan lupa, homeschooling adalah customized education yang modelnya bisa disesuaikan dengan anak dan keluarga.

Model dalam homeschooling bukan hanya sekolah. Banyak sekali praktisi homeschooling yang menjalani homeschooling dengan model yang sama sekali berbeda dari sekolah.

Nah, untuk itu Anda perlu membuka diri terhadap alternatif-alternatif yang tersedia untuk para remaja ini.

Karena homeschooling bukan sekadar memindahkan sekolah ke rumah, keluarga yang mau menjalani homeschooling perlu meluangkan waktu untuk mempelajari cara kerja homeschooling.

Ibaratnya mundur sejenak untuk melangkah jauh ke depan.

Ketika memulai homeschooling, tentu saja kita ingin segera berlari dan tak ingin melewatkan waktu.

Tapi jika kita langsung mencoba lari, kemungkinan besar kita akan terantuk-antuk, jalan di tempat, atau berlari ke arah yang salah.

Pendidikan adalah proses persiapan bagi anak-anak untuk menjalani kehidupan sesuai peluang dan tantangan zamannya. Anak-anak perlu disiapkan untuk menghadapi zaman mereka, bukan zaman kita (orangtuanya).

Untuk membuka mindset dan wawasan orangtua, kami mencoba memberikan gambaran pilihan-pilihan yang dimiliki oleh anak-anak remaja yang hidup saat ini.

Semoga dengan melihat alternatif pilihan masa depan yang ada untuk anak-anak, orangtua bisa lebih tenang dan bisa memilih sesuai kebutuhan dan kondisi anak.

Secara sederhana, ada 3 jalur homeschooling yang bisa dipilih oleh anak-anak remaja kita, yaitu: jalur akademis, jalur profesional, dan jalur bisnis.

Yang paling umum adalah yang pertama, tetapi jalur kedua dan ketiga sebenarnya bisa menjadi alternatif yang dipilih oleh keluarga yang menjalani homeschooling.

Para ahli menyebutkan bahwa saat ini kita hidup di awal dari era Revolusi Industri ke-4. Banyak sekali temuan baru yang sifatnya bukan hanya perbaikan dari hal yang sebelumnya ada, tetapi mengakibatkan perubahan-perubahan yang sifatnya fundamental.

Apa saja yang akan berubah?

Tidak ada yang bisa memastikan. Oleh karena itu, salah satu isu penting dalam pendidikan anak-anak kita adalah menyiapkan mereka agar memiliki kemampuan beradaptasi.

Jadi, isu penting dalam homeschooling bukan hanya perihal ijazah dan cara belajar seperti di sekolah. Kita perlu memasuki hal-hal yang lebih substansi agar bisa menyiapkannya sebagai bekal anak-anak kita.

Memperkuat identitas diri adalah sebuah proses penting yang perlu dilakukan anak-anak kita, seiring dengan fase mereka masuk di dunia remaja.

Dengan pendampingan orangtua, anak-anak perlu belajar mengenali kekuatan dan kelemahan dirinya, menekuni hobi, mengenali minat, serta mengenali identitas diri sebagai individu, anggota keluarga, identitas agama/spiritual, identitas budaya, dan lainnya.

Memperkuat identitas merupakan salah satu proses pembelajaran tentang diri (learning to be) yang merupakan pilar pertama pendidikan.

Berbeda dengan era lama di mana proses belajar berlangsung sekuensial secara berurutan, saat ini pintu-pintu belajar terbuka sangat lebar. Untuk belajar keahlian tertentu, proses yang dilakukan adalah menunggu masa kuliah karena keahlian dipelajari saat anak kuliah.

Saat ini anak bisa belajar apapun tanpa harus menunggu kuliah. Anak bisa belajar fotografi, coding, marketing, dan aneka keahlian lain kapan pun mereka inginkan.

Inilah peluang yang perlu ditangkap dan dimanfaatkan oleh para remaja homeschooling.

Berbeda dengan sekolah konvensional, proses belajar dan kegiatan anak-anak homeschooling sangat fleksibel.

Penting sekali bagi anak-anak remaja untuk mendapatkan kesempatan mencoba, merasakan keberhasilan dan kegagalan serta mengambil pelajaran dari kehidupan yang dijalaninya. Proses-proses semacam ini akan memperkaya hidup mereka dan meningkatkan kemampuan mereka untuk mengambil keputusan.

Berkaitan dengan kurikulum, substansinya adalah petunjuk untuk menjalani proses belajar.

Apa pilihan praktis yang tersedia?

Jika orang menanyakan tentang sosialisasi dalam homeschooling, itu adalah hal yang wajar. Yang penting adalah tidak berprasangka dan membuat penghakiman bahwa anak-anak homeschooling tidak punya teman dan hanya dikurung di rumah.

Yang terjadi adalah: anak-anak butuh teman main dan orangtua perlu memiliki strategi untuk membangun pertemanan anak.

Ini PR besar orangtua dan anak remaja.

Mengelola Keseharian HS Remaja

Yang menantang dalam proses HS usia remaja adalah menangani keseharian mereka.

Para remaja SMP dan SMA ini sudah merasa bukan anak-anak dan cenderung tidak mau diatur oleh orangtuanya.

Pada saat bersamaan, orangtua merasa khawatir karena anak masih belum pandai mengelola dirinya.

Isu lain yang perlu ditangani dalam keseharian homeschooling adalah pola kegiatan. Dalam model sekolah, kegiatan utama belajar adalah tentang mata pelajaran (akademis). Dalam homeschooling, penting sekali bagi keluarga untuk memfasilitasi kegiatan pengembangan diri anak yang menjadi kesempatan besar dalam homeschooling.

Ada 2 pola kegiatan utama anak remaja homeschooling yaitu belajar akademis dan pengembangan diri.

Berbeda dengan jadwal sekolah yang ditentukan secara sepihak dari sekolah, jadwal-jadwal homeschooling merupakan produk kesepakatan anak bersama orangtua.

Tantangan proses dalam HS remaja berasal dari pergeseran mindset dan budaya dibandingkan proses yang terjadi saat anak bersekolah.

Selain itu, tantangan juga muncul dari perkembangan emosional remaja yang merupakan tahapan pertumbuhannya sebagai individu dari anak-anak menuju dewasa.

Ada 2 jenis kegiatan yang umumnya dilakukan remaja HS, yaitu kegiatan belajar akademis (seperti sekolah) dan pengembangan diri.

Untuk pengembangan diri, penting bagi orangtua untuk menjalani proses bersama anak untuk mencari pola-pola yang sesuai.

Tujuan utama dari proses belajar akademis dalam homeschooling  adalah untuk menyiapkan anak lulus ujian Paket.

Jika anak memang mau kuliah dan ingin menekuni bidang akademis, proses belajar akademis perlu dilengkapi cara-cara yang lebih berkualitas.

Jika anak ingin berfokus mengembangan minat dan bakatnya, urusan akademis yang penting dipelajari dan ditujukan untuk kelulusan.

Membuat jadwal dalam proses HS bukanlah seperti jadwal di sekolah yang bersifat top-down.

Proses pembuatan jadwal perlu melibatkan anak supaya anak merasa memiliki jadwal kegiatan belajarnya sendiri.

Walaupun sudah melibatkan anak, tidak ada jaminan jadwal yang sudah dibuat dilaksanakan sepenuhnya oleh anak.

Di sinilah dinamika dalam proses HS dan pentingnya orangtua untuk membangun komunikasi yang baik bersama anak dan mendampingi proses yang mereka jalani.

Dalam homeschooling, proses evaluasi bukan hanya tentang rapor. Tujuan evaluasi yang utama adalah menilai kualitas proses yang sudah dijalani bersama agar kualitas homeschooling menjadi semakin baik.

Selain itu, ada sebuah tradisi penting yang perlu dibangun yaitu refleksi. Refleksi berarti menilai diri sendiri. Anak menilai proses belajar dan hasil belajarnya. Orangtua menilai proses pendampingan yang dilakukannya bersama anak.

Dalam homeschooling, penting bagi orangtua untuk melakukan proses dokumentasi proses dan hasil belajar anak.

Mengapa?

Karena dokumentasi merupakan bahan untuk membangun makna dan cerita tentang homeschooling yang dijalani anak.

Dokumentasi merupakan bahan untuk membuat portofolio karya anak sebagai alat komunikasi dengan pihak luar tentang kualitas homeschooling yang dijalani anak-anak.

Pengembangan HS Remaja

Ada 3 skenario terbaik yang perlu dikejar dalam proses HS Usia Remaja:

Anak menemukan cara dan pola belajar akademis sebagai persiapan untuk Ujian Paket C dan kuliah di Perguruan Tinggi.

Anak menemukan dan mengasah keterampilan praktis yang menjadi alat untuk masuk ke dunia profesional.

Anak sudah merintis bisnis dan menemukan pola-pola dasar untuk berkembang.

Inilah yang perlu dikejar orangtua dalam pengembangan proses HS Remaja.

Tantangan pertama yang harus diselesaikan orangtua adalah deschooling, transisi dari dunia sekolah ke dunia belajar mandiri.

Jika orangtua sudah berhasil menemukan pola-pola belajar baru yang sesuai dengan anak, tantangan berikutnya adalah mengembangkannya.

Berbeda dengan sistem sekolah di mana proses sampai SMA hanya berkaitan dengan pendidikan dasar persiapan untuk kuliah, dalam homeschooling anak sudah mulai bisa menjajagi dan menekuni dunia profesional maupun dunia bisnis sejak remaja.

Puncak-puncak HS remaja terjadi ketika para remaja menemukan pola belajar dan pertumbuhan yang sesuai dengan dirinya. Pada saat bersamaan, orangtua/keluarga merasa nyaman dan bisa mendukung pertumbuhan anak karena sesuai dengan nilai-nilai dan harapan keluarga.

Jika di sekolah, harapan tertinggi adalah anak diterima masuk ke Perguruan Tinggi, dalam HS anak memiliki beberapa pilihan.

Dalam era saat ini, portofolio semakin penting karena menunjukkan kemampuan riil seseorang untuk berkarya/berkontribusi. Dengan portofolio, aneka peluang bagi anak akan semakin terbuka.

Anak-anak homeschooling, terutama para remaja, perlu bersungguh-sungguh memanfaatkan kesempatan ini.

Menjadi relawan berarti belajar berkontribusi dan bekerja di lapangan di bidang sosial.

Pengalaman menjadi relawan penting dimiliki oleh anak-anak HS remaja untuk membuat mereka dekat dengan dunia nyata.

Banyak jalan bagi anak-anak untuk mengasah diri di dunia relawan, melalui proses sederhana kegiatan di lingkungan hingga menjadi bagian dari relawan (volunteer) dalam kegiatan sosial.

 

Magang (internship) adalah sebuah proses anak mengaplikasikan ilmunya di dunia profesional.

Pengalaman magang sangat bisa dibangun dan diperoleh anak melalui kegiatan-kegiatan keluarga hingga kegiatan di industri kecil, atau di jaringan pertemanan keluarga.

Magang berbeda dengan kursus. Dalam kursus, orangtua membayar ahli agar mengajari anak sebuah keterampilan tertentu. Dalam magang, anak belajar menerapkan ilmu dan kemampuannya untuk berkarya.

Keluarga kami banyak menerapkan kegiatan-kegiatan belajar melalui dunia nyata, termasuk dalam proses magang.

Podcast ini membahaskan tentang pengalaman magang yang pernah dijalani anak kami, mulai magang bersama keluarga hingga magang secara profesional.

Informasi tentang magang profesional didapatkan dari kegiatan berjejaring dan melalui proses tes/seleksi. Jadi, anak memang perlu disiapkan kapasitasnya jika ingin magang profesional.

Cara belajar

Kelas Lengkap

Akses seluruh tema kelas dengan harga spesial (diskon Rp. 1.750.000) plus webinar pengayaan tiap bulan

Kelas Satuan

Ada 9 tema kelas yang bisa dipilih sesuai kebutuhan Anda, plus webinar sesuai tema yang dipilih

Raising Children, Raising Ourselves

PILIHAN BELAJAR

Ada 3 jenis kesertaan yang bisa Anda pilih:

Kelas Satuan

Rp250.000 - 350.000

  • Materi Sesuai Pilihan
  • Webinar Sesuai Tema*
  • 1 Tema
  • Forum Tanya Jawab
  • Printable Member
  • Webinar Pengayaan
  • Webinar Journaling**
  • Webinar Coaching
  • Grup WhatsApp
  • Kuliah & Diskusi WA
Pilih Kelas

Kelas Lengkap

Rp2450000Rp700.000

  • Seluruh Kelas
  • Webinar Sesuai Tema*
  • 9 (sembilan) Tema
  • Forum Tanya Jawab
  • Printable Member
  • Webinar Pengayaan
  • Webinar Journaling
  • Webinar Coaching
  • Grup WhatsApp
  • Kuliah & Diskusi WA
Daftar

Kelas Coaching

Rp3450000Rp1.200.000

  • Seluruh Kelas
  • Webinar Sesuai Tema*
  • 9 (sembilan) Tema
  • Forum Tanya Jawab
  • Printable Member
  • Webinar Pengayaan
  • Webinar Journaling
  • Webinar Coaching
  • Grup WhatsApp
  • Kuliah & Diskusi WA
Daftar

*jika saat Anda mendaftar live webinar sudah berlangsung maka Anda akan bisa akses materi webinar dari rekamannya.

**kecuali jika kelas yang diikuti adalah kelas jurnaling